sneakattackmedia.com 06-03-2025
Penulis: Riyan Wicaksono

Franklin Delano Roosevelt (FDR) adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat. Selama lebih dari 12 tahun masa jabatannya sebagai Presiden AS, dari 1933 hingga 1945, ia mengarahkan negara melewati dua krisis besar
BACA JUGA: Perang Dunia Kedua(2): Sebuah Tinjauan Sejarah Lengkap dan Mendalam
yang telah mengubah jalannya sejarah dunia: Depresi Besar dan Perang Dunia II. Sebagai presiden yang menjabat dalam waktu yang sangat panjang, FDR menciptakan kebijakan yang tidak hanya mengubah Amerika Serikat tetapi juga mempengaruhi tatanan dunia pasca-perang.
Kepemimpinannya yang luar biasa selama krisis ekonomi dan perang, serta visinya tentang peran Amerika di dunia, membuatnya dikenal sebagai salah satu presiden terbesar dalam sejarah AS. Artikel ini akan memberikan gambaran lengkap mengenai kehidupan, kebijakan, dan warisan yang ditinggalkan oleh Franklin D. Roosevelt.
I. Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Keluarga dan Masa Kecil

Franklin Delano Roosevelt lahir pada 30 Januari 1882 di Hyde Park, New York, dalam keluarga kaya dan terkemuka. Ayahnya, James Roosevelt, adalah seorang pengusaha dan tokoh politik terkemuka yang memiliki pengaruh besar di negara bagian New York. Ibu FDR, Sara Delano Roosevelt, berasal dari keluarga kaya yang juga memiliki latar belakang aristokrat. Kedua orang tua FDR memberikan pendidikan terbaik dan mendukung perkembangan intelektualnya. FDR tumbuh besar di lingkungan yang sangat terhormat, namun sekaligus menuntutnya untuk mengikuti ekspektasi tinggi dari keluarganya.
FDR adalah anak tunggal dari pasangan James dan Sara Roosevelt, yang berarti ia dibesarkan dengan perhatian penuh dari orang tua dan memiliki akses ke pendidikan terbaik yang dapat ditawarkan. Meskipun lahir di keluarga kaya, ia tidak pernah dimanjakan dengan kemewahan berlebihan. Sebaliknya, ia diberi pendidikan yang kuat tentang tanggung jawab sosial dan pentingnya pelayanan publik.
Pendidikan

FDR menerima pendidikan awal di rumah oleh tutor pribadi, tetapi setelah usia 14 tahun, ia melanjutkan pendidikannya di Groton School, sebuah sekolah elit di Massachusetts yang lebih fokus pada persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi terkemuka. Di Groton, FDR terkenal sebagai siswa yang cerdas, namun tidak selalu unggul dalam bidang akademik. Ia lebih sering terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti organisasi sekolah dan debat, yang memperkuat keterampilan kepemimpinannya.
Setelah Groton, FDR melanjutkan ke Harvard University, di mana ia belajar dari 1900 hingga 1903. Di Harvard, FDR lebih fokus pada kegiatan sosial dan pengembangan jaringan daripada pada studi akademik. Meskipun ia lulus dengan gelar sarjana, FDR tidak terlalu menonjol dalam studi dan lebih tertarik pada politik dan kehidupan sosial di kampus. Setelah lulus dari Harvard, ia melanjutkan pendidikan di Columbia Law School di New York pada tahun 1904. Meskipun ia terdaftar sebagai mahasiswa hukum, FDR tidak pernah menyelesaikan gelar hukumnya, karena pada akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti karir politik alih-alih menjadi pengacara.
II. Awal Karier Politik

FDR memulai karier politiknya lebih awal dari yang banyak orang duga, dimulai dengan Pekerjaan di Pemerintahan. Pada tahun 1910, ia terpilih sebagai Anggota Majelis New York dan mulai bekerja dengan politikus dari Partai Demokrat. Dengan pengalaman ini, FDR mulai dikenal sebagai seorang politisi muda yang mampu memahami masalah besar yang dihadapi negara bagian New York.
Asisten Sekretaris Angkatan Laut
Pada tahun 1913, FDR dipilih oleh Presiden Woodrow Wilson untuk menjabat sebagai Asisten Sekretaris Angkatan Laut. Ini adalah posisi yang penting dalam pemerintahan federal. FDR bekerja sangat keras untuk memodernisasi dan memperkuat angkatan laut Amerika Serikat, meningkatkan jumlah kapal perang, serta memperkenalkan berbagai pembaruan untuk mendukung kebijakan luar negeri Presiden Wilson.

Selama masa jabatannya, FDR aktif dalam masalah-masalah kebijakan luar negeri, terutama yang berkaitan dengan keterlibatan Amerika dalam Perang Dunia I. Meskipun Amerika Serikat baru bergabung dengan perang pada tahun 1917, FDR sudah merasakan dampak dari kebijakan luar negeri yang berkembang dan menyadari pentingnya memperkuat militer untuk menghadapi ancaman global.
Menghadapi Polio
Namun, di tahun 1921, saat FDR berusia 39 tahun, kehidupan pribadinya mengalami perubahan besar. Ia didiagnosis menderita poliomyelitis (polio), yang menyebabkan kelumpuhan permanen pada bagian bawah tubuhnya. Keadaan ini mengubah hidupnya secara drastis. FDR harus berjuang keras untuk pulih dari penyakit yang menghancurkan, namun ia tidak pernah membiarkan kondisi fisiknya membatasi karier politiknya.
Dalam beberapa tahun berikutnya, meski ia menggunakan kursi roda dan membutuhkan bantuan untuk bergerak, FDR berhasil mengatasi keterbatasan fisik dan kembali aktif di dunia politik. Bahkan, ia menemukan bahwa ketahanan mental dan fisiknya semakin menguat, yang pada gilirannya membantunya menghadapi tantangan besar yang akan datang.
III. Gubernur New York dan Awal Kebijakan Reformasi
Pada tahun 1928, Franklin D. Roosevelt terpilih sebagai Gubernur New York. Posisi ini memberinya kesempatan untuk memperkenalkan kebijakan reformasi besar-besaran. Selama masa jabatannya, ia berhasil memperkenalkan beberapa inisiatif untuk menangani dampak Depresi Besar, yang pada saat itu menggerogoti perekonomian negara. Gubernur Roosevelt memfokuskan pemerintahannya pada pengembangan infrastruktur, peningkatan layanan sosial, dan pembenahan sistem perbankan negara bagian yang rusak. Ia juga memperkenalkan reformasi sistem pendidikan dan memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Namun, yang paling penting dari kepemimpinannya di New York adalah pengalaman yang diperolehnya dalam mengelola program-program kesejahteraan sosial. Hal ini menjadi titik awal bagi kebijakan besar yang ia terapkan setelah terpilih sebagai presiden.
IV. Kepresidenan Franklin D. Roosevelt
Pemilihan Presiden 1932 dan New Deal

Pada tahun 1932, saat Amerika Serikat berada di puncak Depresi Besar, FDR mencalonkan diri sebagai Presiden dan berhasil mengalahkan petahana Herbert Hoover. Ketika Roosevelt terpilih, ia mewarisi negara yang dilanda krisis ekonomi terparah dalam sejarah Amerika. Pada pelantikannya, FDR segera memperkenalkan New Deal, serangkaian kebijakan besar yang bertujuan untuk memulihkan ekonomi negara, mengurangi pengangguran, dan memberikan perlindungan sosial kepada rakyat Amerika.
Beberapa program utama dalam New Deal termasuk:
- Civilian Conservation Corps (CCC): Memberikan pekerjaan kepada pemuda untuk proyek-proyek konservasi lingkungan.
- Works Progress Administration (WPA): Memberikan pekerjaan kepada jutaan orang dalam proyek-proyek infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, dan gedung-gedung pemerintah.
- Social Security Act: Mendirikan sistem jaminan sosial bagi para lansia dan penyandang cacat yang tidak dapat bekerja.
- Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC): Menjamin simpanan nasabah bank untuk mencegah kegagalan bank besar.
Program-program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada mereka yang paling membutuhkan, tetapi juga mengubah cara pemerintah Amerika berfungsi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. FDR membentuk pemerintah yang lebih besar dan lebih aktif, yang berfokus pada pemberdayaan rakyat dan perlindungan terhadap individu yang rentan.
Kepemimpinan Perang Dunia II
Pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbor, memaksa Amerika Serikat untuk bergabung dalam Perang Dunia II. Setelah serangan ini, Roosevelt memimpin negara dengan tekad yang tidak kenal lelah, berkoordinasi dengan Winston Churchill dari Inggris dan Joseph Stalin dari Uni Soviet untuk membentuk Aliansi Sekutu yang kemudian mengalahkan kekuatan Axis.
Roosevelt mengambil langkah-langkah penting dalam memobilisasi ekonomi Amerika untuk perang, dan memperkenalkan kebijakan seperti Lend-Lease Act yang memungkinkan Amerika untuk memberikan bantuan militer kepada sekutu tanpa secara langsung terlibat dalam pertempuran. Selama perang, FDR terus berupaya menjaga semangat sekutu dengan menyerukan untuk “mengalahkan tirani” dan menyatakan bahwa dunia pasca-perang harus bebas dari otoritarianisme.
Masa Jabatan Keempat dan Kesehatan
Pada tahun 1944, Franklin D. Roosevelt terpilih untuk masa jabatan keempatnya, menjadi presiden pertama dan satu-satunya yang menjabat lebih dari dua periode. Namun, pada tahun-tahun terakhir masa jabatannya, kesehatan FDR semakin memburuk. Ia mengalami masalah jantung yang serius dan harus sering beristirahat. Pada 12 April 1945, setelah hampir 13 tahun menjabat sebagai presiden, FDR meninggal dunia akibat stroke saat sedang beristirahat di Warm Springs, Georgia.
V. Warisan Franklin D. Roosevelt
Franklin D. Roosevelt meninggalkan warisan yang mendalam, baik bagi Amerika Serikat maupun dunia. Kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan besar yang ia terapkan—baik dalam aspek sosial-ekonomi maupun politik luar negeri—memengaruhi jalannya sejarah dunia.
1. Kebijakan Sosial dan Ekonomi
Program-program New Deal yang ia rancang membantu mengangkat Amerika keluar dari Depresi Besar dan membentuk fondasi sistem jaminan sosial yang ada hingga hari ini. Banyak dari lembaga-lembaga yang ia dirikan, seperti Social Security Administration dan FDIC, masih berfungsi hingga kini.
2. Kepemimpinan Global
Selama Perang Dunia II, Roosevelt membangun aliansi internasional yang mengarah pada pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dunia dan mencegah perang besar di masa depan.
3. Perubahan dalam Pemerintahan
FDR memodernisasi pemerintah federal, menciptakan banyak lembaga yang berfungsi untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Ini mengubah peran pemerintah dalam kehidupan rakyat Amerika.
