Ashdod Dihantam 10 Rudal S55: Ketegangan Memuncak, Hamas-Israel di Ambang Konflik Terbuka

sneakattackmedia.com,13 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

🔴Langit Israel Mencekam Dibombardir 10 Rudal S55 , Kota Ashdod Jadi Sasaran Kemarahan Hamas

Ashdod, Israel Suasana mencekam kembali menyelimuti langit Israel setelah kota pelabuhan Ashdod menjadi sasaran serangan rudal intensif dari kelompok militan Hamas, Sabtu malam, dalam salah satu serangan paling agresif yang terjadi sejak awal tahun ini. Sebanyak 10 rudal balistik tipe S55 diluncurkan dari Jalur Gaza ke arah kota strategis tersebut, memicu alarm peringatan udara dan ketakutan massal di tengah warga sipil.

Serangan ini menandai lonjakan tajam dalam eskalasi konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Hamas dan Israel. Meskipun sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar proyektil, sejumlah rudal tetap menghantam kawasan permukiman dan infrastruktur penting, menimbulkan kerusakan material serta korban luka ringan.


Detik-detik Serangan: Rudal Meluncur, Sirene Memekik

🔴Kota Ashdod Jadi Sasaran Kemarahan Hamas, Langit Israel Mencekam Dibombardir 10 Rudal S55 - YouTube

Menurut laporan resmi dari militer Israel (IDF – Israel Defense Forces), rudalrudal diluncurkan dari beberapa titik tersembunyi di Jalur Gaza pada sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Sistem radar militer segera mendeteksi peluncuran tersebut, dan dalam hitungan detik, sirene peringatan terdengar di seantero Ashdod dan wilayah sekitarnya. Warga yang mendengar sirene langsung berhamburan ke tempat perlindungan darurat yang tersebar di berbagai sudut kota.

Beberapa saksi mata menggambarkan langit malam berubah menjadi terang oleh nyala api dan cahaya dari rudal yang melesat tinggi, serta sistem Iron Dome yang berusaha keras mencegat rudal sebelum mencapai sasaran.

“Kami sedang makan malam ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras. Semua lampu mati, dan anak-anak saya menangis ketakutan. Kami bergegas ke bunker bawah tanah,” ujar Sarah Mendel, seorang warga Ashdod, kepada media lokal.


Sistem Iron Dome Beraksi, Tapi Tak Sempurna

Hamas Rilis Video Serangan 10 Rudal ke Kota Ashdod Israel, Ada yang Jatuh Hantam Permukiman

Iron Dome, sistem pertahanan rudal andalan Israel, dikembangkan untuk menghadapi ancaman seperti ini. Sistem ini menggunakan radar canggih dan rudal pencegat untuk menembak jatuh proyektil yang terdeteksi mengarah ke wilayah berpenduduk atau infrastruktur penting. Dalam serangan kali ini, dari 10 rudal yang diluncurkan, 7 berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target.

Namun, 3 rudal lainnya dilaporkan jatuh di area industri dekat pelabuhan, serta di dekat kawasan pemukiman padat penduduk, menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan, memecahkan jendela, dan melukai beberapa warga akibat pecahan kaca. Layanan medis Israel, Magen David Adom, menyatakan sedikitnya 5 orang mengalami luka ringan dan mengalami trauma psikologis.


Militer Israel Siapkan Respons: Target Serangan Balasan Ditetapkan

Pertahanan Israel Jebol, Hamas Luncurkan 10 Rudal ke Kota Ashdod dan Ashkelon hingga Picu Kerusakan

Tak lama setelah serangan, IDF mengeluarkan pernyataan resmi:

“Israel tidak akan mentolerir serangan terhadap rakyatnya. Kami telah mengidentifikasi lokasi peluncuran rudal dan sejumlah fasilitas militer Hamas di Jalur Gaza. Serangan balasan sedang berlangsung dan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan,” ujar Letnan Kolonel Jonathan Conricus, juru bicara IDF.

Dalam hitungan jam, laporan dari Gaza menyebutkan serangkaian serangan udara balasan dilakukan oleh jet tempur Israel, yang menargetkan gudang senjata, terowongan militan, dan pos militer Hamas. Serangan ini menimbulkan guncangan hebat dan dilaporkan menyebabkan beberapa korban jiwa serta kerusakan besar di wilayah Gaza utara.


Hamas: “Ini Adalah Balasan yang Sah”

Kelompok Hamas, melalui pernyataan resmi sayap militernya Brigade Izzuddin Al-Qassam, mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran rudal tersebut. Mereka menyebut serangan itu sebagai aksi balasan atas serangan udara Israel di Gaza beberapa hari sebelumnya, yang menurut mereka menewaskan sejumlah warga sipil termasuk anak-anak.

“Musuh Zionis harus menanggung akibat dari kejahatannya. Rudal kami adalah bahasa perlawanan atas pembunuhan warga kami. Kami tidak akan tinggal diam,” demikian bunyi pernyataan resmi Hamas yang dirilis melalui saluran Telegram mereka.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari “Operasi Janji Darah”, yang merupakan rangkaian aksi balasan terhadap eskalasi militer Israel yang meningkat dalam beberapa minggu terakhir.


Ashdod: Kota Strategis dalam Bidikan

Ashdod adalah kota pelabuhan utama yang terletak sekitar 30 km dari Jalur Gaza dan merupakan pusat logistik, industri, serta perdagangan penting bagi Israel. Pelabuhan Ashdod merupakan yang terbesar kedua di negara itu dan menangani sebagian besar impor barang-barang penting. Tak mengherankan jika kota ini menjadi target strategis dalam berbagai konflik bersenjata.

Pemerintah kota Ashdod telah meningkatkan kesiapsiagaan warga dan memperkuat infrastruktur pertahanan sipil sejak beberapa tahun terakhir, namun tetap saja serangan seperti ini membawa dampak psikologis yang besar.


Reaksi Internasional: Dunia Serukan Gencatan Senjata

Reaksi global terhadap kejadian ini datang dengan cepat. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan agar kedua pihak menahan diri dari eskalasi lebih lanjut.

Departemen Luar Negeri AS, melalui juru bicaranya, mengutuk peluncuran rudal terhadap wilayah sipil Israel, namun juga mendesak Israel untuk menjaga proporsionalitas dalam merespons. Negara-negara seperti Jerman, Prancis, dan Mesir menyerukan gencatan senjata segera dan melanjutkan perundingan damai yang sempat mandek.


Kondisi Warga: Ketakutan, Trauma, dan Kesiapsiagaan

Di tengah ketegangan yang terus memuncak, kehidupan warga sipil di kedua sisi perbatasan terguncang. Banyak warga Ashdod yang belum pulang ke rumah pasca-serangan, memilih tetap berlindung di tempat-tempat aman hingga situasi dipastikan kembali stabil.

Pemerintah Israel menginstruksikan semua sekolah di wilayah selatan ditutup sementara, dan kegiatan publik dihentikan. Di Gaza, situasinya lebih buruk. Infrastruktur terbatas, sistem medis yang rapuh, dan keterbatasan logistik membuat dampak serangan udara menjadi lebih parah.


Kesimpulan: Ancaman Perang Terbuka atau Peluang Diplomasi?

Serangan rudal ke Ashdod menandai babak baru dalam ketegangan yang terus berlangsung antara Hamas dan Israel. Meskipun ini bukan pertama kalinya kota tersebut menjadi sasaran, skala serangan kali ini menunjukkan peningkatan kemampuan militer Hamas serta dinamika konflik yang semakin kompleks.

Dengan IDF memulai operasi balasan dan Hamas mengancam aksi lanjutan, dunia kini menanti apakah ini akan menjadi awal dari perang berskala lebih luas atau justru menjadi puncak eskalasi yang mendorong diplomasi serius.

BACA JUGA: Pertempuran di Cuaca Dingin – Winter Forge 2025

BACA JUGA: 8 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk dan Hidup Lebih Sehat (Membangun Habit Baru)

BACA JUGA: Infrastruktur dan Kebijakan Publik Provinsi Kalimantan Utara: Tantangan, Peluang, dan Perkembangan

Related Post