sneakattackmedia – Menonton film blockbuster di bioskop kini bukan lagi sekadar memilih kursi terbaik. Dalam beberapa tahun terakhir, pengalaman menonton ikut menjadi nilai jual utama. Layar yang lebih besar, proyeksi lebih terang, suara yang lebih menggelegar, hingga kursi yang lebih nyaman menjadi alasan banyak orang rela membayar tiket premium.
Melihat tren tersebut, The Walt Disney Studios resmi memperkenalkan Infinity Vision, sebuah sertifikasi baru untuk bioskop berformat premium (Premium Large Format/PLF) yang dikembangkan bersama jaringan bioskop di berbagai negara. Disney menyebut Infinity Vision sebagai cara untuk membantu penonton menemukan auditorium dengan layar paling besar, gambar paling terang, dan pengalaman sinematik yang lebih imersif.
Namun, peluncuran Infinity Vision langsung memunculkan pertanyaan besar. Apakah ini benar-benar teknologi baru yang bisa menyaingi IMAX, atau hanya strategi pemasaran Disney untuk mempertahankan daya tarik film-film Marvel di tengah persaingan yang semakin ketat?
Apa Itu Infinity Vision?
Berbeda dengan anggapan sebagian orang, Infinity Vision bukanlah teknologi proyeksi baru seperti IMAX atau Dolby Cinema.
Infinity Vision merupakan program sertifikasi. Artinya, Disney tidak membangun sistem kamera, proyektor, atau layar baru, melainkan memberikan label kepada bioskop yang memenuhi standar teknis tertentu.
Sebuah bioskop yang ingin memperoleh sertifikasi Infinity Vision harus memenuhi sejumlah persyaratan minimum, seperti memiliki layar berukuran besar, menggunakan proyeksi laser, serta didukung sistem audio premium yang mampu menghadirkan pengalaman menonton lebih imersif.
Dengan adanya label tersebut, penonton diharapkan lebih mudah mengenali bioskop yang menawarkan kualitas tayangan terbaik untuk film-film produksi Disney.
Mengapa Disney Meluncurkannya?
Peluncuran Infinity Vision tidak bisa dilepaskan dari persaingan di industri perfilman.
Salah satu pemicunya adalah jadwal rilis Avengers: Doomsday pada Desember 2026 yang bertepatan dengan Dune: Part Three. Menurut sejumlah laporan, IMAX memberikan prioritas layar eksklusif kepada film Dune: Part Three selama beberapa pekan pertama penayangan, sehingga Disney kehilangan sebagian besar layar IMAX di Amerika Serikat untuk film Marvel terbarunya.
Situasi tersebut membuat Disney mencari alternatif agar tetap dapat menawarkan pengalaman premium kepada penonton meski tanpa dukungan penuh dari IMAX.
Infinity Vision pun lahir sebagai solusi.
Melalui sertifikasi ini, Disney dapat mengarahkan penonton ke bioskop-bioskop premium lain yang dinilai mampu memberikan kualitas tayangan mendekati IMAX.
Bukan Pengganti IMAX
Meski sering disebut sebagai pesaing IMAX, Infinity Vision sebenarnya memiliki konsep yang berbeda.
IMAX adalah teknologi lengkap yang mencakup kamera khusus, format gambar, sistem proyeksi, hingga desain auditorium.
Sementara Infinity Vision lebih menyerupai standar kualitas yang dapat diterapkan pada berbagai jaringan bioskop selama memenuhi spesifikasi yang ditentukan Disney.
Dengan kata lain, sebuah bioskop tidak harus menggunakan teknologi eksklusif Disney untuk mendapatkan label Infinity Vision.
Pendekatan ini membuat implementasinya jauh lebih mudah dibanding membangun auditorium IMAX dari nol.
Apa Keuntungan bagi Penonton?
Bagi penonton, Infinity Vision diharapkan menjadi panduan ketika memilih tempat menonton film.
Label tersebut menjamin bahwa auditorium telah memenuhi standar tertentu, seperti layar yang lebih besar dibanding bioskop reguler, proyeksi laser dengan tingkat kecerahan lebih baik, serta sistem audio premium yang memberikan pengalaman suara lebih detail dan mendalam.
Dengan demikian, penonton tidak perlu menebak-nebak kualitas sebuah auditorium hanya berdasarkan nama jaringan bioskop.
Kritik terhadap Teknologi Baru Disney
Meski terdengar menarik, peluncuran Infinity Vision juga menuai kritik.
Sejumlah pengamat industri menilai program ini lebih merupakan strategi pemasaran dibanding inovasi teknologi.
Alasannya sederhana. Infinity Vision tidak memperkenalkan sistem proyeksi baru maupun format pengambilan gambar yang berbeda. Disney hanya memberikan sertifikasi terhadap bioskop yang telah memenuhi standar tertentu.
Beberapa analis bahkan menyebut Infinity Vision sebagai langkah Disney untuk mengurangi dampak hilangnya akses ke layar IMAX pada masa awal penayangan Avengers: Doomsday.
Karena itu, tidak sedikit yang menyebut Infinity Vision sebagai “branding baru” dibanding revolusi teknologi bioskop.
Film Pertama yang Menggunakan Format Baru
Disney telah menetapkan bahwa program Infinity Vision akan mulai digunakan pada penayangan ulang Avengers: Endgame pada September 2026.
Setelah itu, sertifikasi tersebut akan diterapkan pada peluncuran Avengers: Doomsday pada Desember 2026, yang menjadi salah satu film terbesar Marvel dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui dua film tersebut, Disney ingin memperkenalkan Infinity Vision kepada jutaan penggemar Marvel di seluruh dunia.
Bagaimana Posisinya di Tengah Format Premium Lain?
Saat ini, industri bioskop premium sudah diisi berbagai format, mulai dari IMAX, Dolby Cinema, ScreenX, 4DX, D-BOX, hingga berbagai format premium milik jaringan bioskop tertentu.
Infinity Vision tidak menggantikan format-format tersebut.
Sebaliknya, sertifikasi ini dapat melengkapi teknologi yang sudah ada selama bioskop memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Disney.
Pendekatan ini membuat cakupan Infinity Vision berpotensi lebih luas karena tidak bergantung pada satu teknologi eksklusif.
Peluang bagi Industri Bioskop
Bagi operator bioskop, Infinity Vision juga membuka peluang bisnis baru.
Bioskop yang memperoleh sertifikasi dapat memanfaatkan branding resmi Disney dalam promosi film-film blockbuster. Hal ini berpotensi meningkatkan minat penonton sekaligus memberikan nilai tambah pada auditorium premium yang telah mereka bangun.
Di sisi lain, keberadaan sertifikasi ini juga dapat mendorong bioskop untuk meningkatkan kualitas fasilitas agar memenuhi standar yang ditetapkan.
Ringkasan Perbedaan Infinity Vision dan IMAX
| Aspek | Infinity Vision | IMAX |
|---|---|---|
| Bentuk | Sertifikasi bioskop premium | Teknologi bioskop premium |
| Teknologi baru | Tidak | Ya |
| Proyeksi | Menggunakan standar bioskop yang memenuhi syarat | Sistem proyeksi IMAX khusus |
| Kamera khusus | Tidak | Ya |
| Tujuan utama | Menandai auditorium berkualitas tinggi | Memberikan pengalaman visual khas IMAX |
| Film perdana | Avengers: Endgame (re-release) | Digunakan pada berbagai film IMAX sejak lama |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Infinity Vision bukanlah pengganti langsung IMAX, melainkan pendekatan berbeda untuk menghadirkan pengalaman menonton premium.
Strategi Baru Disney di Era Persaingan Bioskop Premium
Peluncuran Infinity Vision menunjukkan bahwa persaingan industri perfilman kini tidak hanya terjadi di layar lebar, tetapi juga pada pengalaman menonton yang ditawarkan kepada penonton. Ketika layar IMAX menjadi semakin terbatas dan diperebutkan oleh berbagai studio besar, Disney memilih membangun identitas premium sendiri melalui program sertifikasi yang lebih fleksibel.
Apakah Infinity Vision akan mampu menjadi pesaing serius IMAX masih harus dibuktikan. Namun, langkah ini memperlihatkan bagaimana studio film kini tidak hanya berlomba membuat film blockbuster, tetapi juga menciptakan alasan baru agar penonton tetap datang ke bioskop di tengah meningkatnya popularitas layanan streaming.
Referensi
- The Walt Disney Company. The Walt Disney Studios and Global Theatrical Exhibition Partners Launch “Infinity Vision”. https://thewaltdisneycompany.com/news/infinity-vision-movie-theaters
- Axios. Marvel bets on new premium-screen push for Avengers: Doomsday.
- Infinity Vision Official. https://www.infinityvisiontickets.com/
- GamesRadar. Avengers: Doomsday may have lost the IMAX war to Dune 3.
- What Hi-Fi?. Disney’s Infinity Vision: innovative IMAX-killer or cynical marketing ploy?
