Ukraina Porak-Poranda: Zelensky Kecam Serangan Rusia saat Jumat Agung, Ibu Kota Kyiv Jadi Sasaran

Ukraina Porak-Poranda: Zelensky Kecam Serangan Rusia saat Jumat Agung, Ibu Kota Kyiv Jadi Sasaran
Ukraina Porak-Poranda: Zelensky Kecam Serangan Rusia saat Jumat Agung, Ibu Kota Kyiv Jadi Sasaran

sneakattackmedia.com, 21 APRIL 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Kyiv, Ukraina – April 2025

Zelensky Tuding Rusia Tetap Serang Ukraina meski Putin Umumkan Gencatan  Senjata Paskah
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali mencapai puncak ketegangannya saat ibu kota Ukraina, Kyiv, diserang rudal balistik dan jelajah oleh militer Rusia pada hari Jumat, 18 April 2025. Serangan ini terjadi bertepatan dengan Jumat Agung Ortodoks—hari suci yang seharusnya menjadi waktu untuk refleksi spiritual bagi umat Kristen Timur. Sebaliknya, pagi itu berubah menjadi saat duka, ketakutan, dan kehancuran.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai “aksi terorisme negara yang memanfaatkan waktu suci untuk menyebarkan teror dan kematian”. Serangan ini tidak hanya mengguncang Ukraina, tetapi juga menuai kecaman dari pemimpin-pemimpin dunia dan lembaga internasional.


I. Kronologi Lengkap Serangan

Perang Ukraina: Zelensky kecam aksi 'teror' Rusia, rentetan serangan rudal  padamkan listrik di Ukraina - BBC News Indonesia

Serangan dimulai sekitar pukul 04.15 waktu setempat. Warga Kyiv terbangun karena sirene udara yang meraung, diikuti oleh tiga ledakan keras yang mengguncang berbagai bagian kota. Menurut Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU), Rusia meluncurkan minimal 10 rudal balistik dan jelajah dari wilayah Krimea yang diduduki dan kapal perang di Laut Hitam.

Lokasi dan Dampak Serangan:

  • Distrik Shevchenkivskyi: Rudal jatuh di area permukiman padat. Sebuah blok apartemen terbakar, menyebabkan evakuasi darurat.

  • Distrik Darnytskyi: Sebuah fasilitas pendidikan rusak berat. Beberapa sekolah dan taman kanak-kanak harus ditutup untuk waktu yang belum ditentukan.

  • Distrik Solomianskyi: Sistem pemanas umum dan jaringan listrik rusak. Lebih dari 630 bangunan, termasuk 16 rumah sakit dan 30 lembaga pendidikan, terdampak.

Korban Jiwa dan Kerusakan:

  • 1 korban tewas, seorang perempuan lansia berusia 74 tahun.

  • 9 luka-luka, termasuk dua anak dan seorang guru.

  • Ratusan warga harus mengungsi ke stasiun bawah tanah yang digunakan sebagai tempat perlindungan darurat.

Saksi mata menyebut serangan tersebut terjadi “dalam keheningan dini hari”, menggambarkan suasana yang mencekam dan kontras dengan kedamaian yang biasanya menyertai peringatan Jumat Agung.


II. Dimensi Religius: Makna Serangan pada Hari Suci

Rudal Rusia Hanguskan Pembangkit Listrik di Kiev

Jumat Agung (Holy Friday) dalam kalender Ortodoks merupakan hari berkabung untuk mengenang penyaliban dan kematian Yesus Kristus. Ini adalah hari hening dan doa, di mana umat Kristen Ortodoks berkumpul di gereja, menyalakan lilin, dan menjalankan ibadah reflektif.

Meluncurkan serangan rudal pada hari suci ini memicu kemarahan besar, tidak hanya dari Ukraina, tetapi juga komunitas Kristen Ortodoks internasional. Banyak yang menafsirkan tindakan ini sebagai pesan simbolis bahwa Rusia ingin menunjukkan dominasi dengan “menodai” hari keagamaan lawannya.

Metropolitan Epifaniy, Kepala Gereja Ortodoks Ukraina, menyampaikan pernyataan resmi:

“Rusia tidak hanya menyerang kota-kota kita, tetapi juga hati dan keyakinan kita. Mereka mencoba menghancurkan tidak hanya tubuh kita, tetapi juga jiwa kita.”

Gereja-gereja di Kyiv, termasuk Katedral Santo Mikhael dan Katedral Sofiya, membatalkan ibadah Jumat Agung dan menyalakan lonceng duka sebagai bentuk solidaritas dengan para korban.


III. Reaksi Presiden Zelensky dan Pemerintah Ukraina

Rusia Luncurkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina: 93 Rudal-200 Drone Sasar  Fasilitas Energi 'Lawan' - TribunNews.com

Dalam konferensi pers darurat, Presiden Volodymyr Zelensky mengecam serangan ini sebagai:

  • Keji dan terencana, dengan target warga sipil.

  • Tindakan amoral, karena menyerang pada hari keagamaan.

  • Upaya untuk merusak moral bangsa Ukraina dan memanipulasi simbol spiritual.

Dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional, Zelensky berkata:

“Pada hari ketika dunia Ortodoks mengenang pengorbanan dan kasih, Rusia memilih untuk menghantam kita dengan kebencian dan kehancuran. Ini bukan perang biasa. Ini adalah perang terhadap nilai, terhadap iman, dan terhadap harapan.”

Zelensky juga kembali menyerukan kepada dunia untuk:

  • Meningkatkan dukungan pertahanan udara.

  • Memberikan sanksi tambahan terhadap Rusia.

  • Mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme.


IV. Reaksi Internasional dan Diplomatik

Serangan Rudal Rusia Hantam Poltava Ukraina, 51 Orang Tewas dan 271 Terluka  - PAGE ALL : Okezone News

Pemerintah Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri AS menyebut serangan ini sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional”. Amerika menjanjikan tambahan paket bantuan militer senilai $500 juta, termasuk sistem pertahanan udara Patriot dan rudal presisi jarak jauh.

Uni Eropa

Ketua Komisi Eropa mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan Rusia adalah “escalation of evil” (eskalasi kejahatan) dan menyerukan penyelidikan di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

NATO

Sekretaris Jenderal NATO mengonfirmasi bahwa blok tersebut mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara Iron Dome (Israel) versi NATO dan memperluas latihan militer bersama dengan pasukan Ukraina.

Reaksi Dunia Keagamaan

Paus Fransiskus dalam pesan Paskah-nya mengutuk kekerasan terhadap umat beragama dan menyebut penderitaan Ukraina sebagai “salib modern”.


V. Dampak Psikologis dan Sosial

Zelenskyy Kecam Serangan Rusia yang Tewaskan 9 Orang

Serangan di hari suci memberi tekanan psikologis yang berat bagi masyarakat. Para ahli kesehatan mental memperingatkan potensi lonjakan PTSD, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, dan korban langsung.

Dr. Larysa Holub, psikolog anak di Kyiv, menjelaskan:

“Ketika tempat aman seperti rumah dan gereja diserang, rasa aman anak-anak hancur total. Ini akan berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang mereka.”

Layanan dukungan trauma kini dibuka 24 jam oleh lembaga swadaya masyarakat dan relawan internasional.


VI. Konteks Historis dan Strategi Rusia

Ukraine war latest: 9 killed, 13 injured in Russian drone attack on Sumy

Sejak invasi pada Februari 2022, Rusia telah melakukan serangkaian serangan yang dikritik dunia internasional karena menargetkan infrastruktur sipil. Namun, serangan pada hari keagamaan besar menjadi dimensi baru dalam strategi eskalasi konflik.

Pengamat militer memperkirakan bahwa Rusia:

  • Menguji respons internasional menjelang pertemuan G20.

  • Mengintimidasi Ukraina secara simbolik dengan menyerang pada momen spiritual.

  • Berusaha melemahkan moral masyarakat di saat yang paling rentan secara emosional.


VII. Penutup: Semangat yang Tak Kunjung Padam

Meski diterpa serangan terus-menerus, rakyat Ukraina menunjukkan ketangguhan luar biasa. Ibadah Paskah tetap diselenggarakan di beberapa gereja bawah tanah, dan bendera Ukraina tetap dikibarkan dengan bangga.

Dalam pidato penutupnya, Zelensky menyatakan:

“Mereka bisa menghancurkan gedung kami. Tapi mereka tidak bisa menghancurkan iman kami. Ukraina berdiri bukan hanya karena senjata, tapi karena cinta, solidaritas, dan semangat yang tak bisa dibunuh oleh rudal apa pun.”


Referensi dan Sumber Terkait


BACA JUGA: Pejuang Wanita dari Kivu Utara: Takdir yang Mustahil

BACA JUGA: Nabi Isa AS: Sejarah, Mukjizat, dan Perannya dalam Akhir Zaman

BACA JUGA: Cara Membangun Kepercayaan Diri: Arti Self-Esteem & Percaya Diri

Related Post