Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tanggapi Polemik Pameran Lukisan Yos Suprapto di Galeri Nasional

a 6765523a9d73e

SNEAKATTACKMEDIA.COMJakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya buka suara mengenai polemik pembredelan pameran lukisan karya seniman Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia (Galnas). Menurut Fadli Zon, persoalan ini terkait dengan ketidaksesuaian sejumlah lukisan dengan tema pameran yang telah disepakati, yakni tentang kedaulatan pangan.

BACA JUGA : ketua dpp pdip soroti dugaan kembalinya era orde baru akibat pembredelan pameran galnas

Kurator dan Kesepakatan Tema

Fadli Zon menjelaskan bahwa Galeri Nasional memiliki kurator yang bertugas memastikan pameran berjalan sesuai dengan kesepakatan awal. Tema pameran kali ini adalah “kedaulatan pangan”. Namun, terdapat sejumlah lukisan yang dipasang tanpa melalui proses kuratorial yang semestinya.

“Kan urusannya itu dengan Galeri Nasional. Galeri Nasional itu ada kurator. Saya mendapat kabar juga baru tadi pagi bersama Pak Wamen, memang tidak ada kesepakatan dengan kuratornya,” ujar Fadli Zon saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).

Lukisan yang Tidak Sesuai Tema

Fadli Zon menambahkan bahwa beberapa lukisan yang dipasang oleh Yos Suprapto tidak relevan dengan tema kedaulatan pangan. Hal ini menjadi salah satu penyebab munculnya polemik hingga keputusan untuk menghentikan pameran.

“Jadi biasa dalam pameran itu harus ada kurator. Kemudian kesepakatannya tema tertentu, kalau tidak salah tentang kedaulatan pangan ya. Tetapi ada sejumlah lukisan itu kabarnya dipasang sendiri oleh sang seniman dan lukisan-lukisan itu tidak ada kaitannya dengan soal kedaulatan pangan,” katanya.

Tanggapan Seniman dan Publik

Di sisi lain, Yos Suprapto belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Fadli Zon. Namun, beberapa pihak dari kalangan seniman menilai bahwa penghentian pameran ini sebagai bentuk pembatasan ekspresi seni.

Publik juga memberikan respons beragam atas pernyataan Fadli Zon. Sebagian mendukung langkah kurator untuk menjaga tema pameran, sementara yang lain mengkritik kurangnya fleksibilitas dalam pengelolaan pameran seni.

Pentingnya Kuratorial dalam Pameran

Pernyataan Fadli Zon menyoroti pentingnya peran kurator dalam menjaga integritas tema pameran seni. Proses kuratorial dianggap sebagai langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa karya yang ditampilkan relevan dan selaras dengan tujuan pameran.

“Pameran seni itu harus sesuai dengan kesepakatan awal antara seniman dan kurator. Kalau ada yang menyimpang dari tema, tentu ini menjadi tanggung jawab kuratorial untuk menegakkan aturan,” jelas Fadli Zon.

Kesimpulan

Polemik terkait pameran lukisan karya Yos Suprapto di Galeri Nasional membuka diskusi mengenai pentingnya proses kuratorial dalam pameran seni. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penghentian pameran disebabkan oleh ketidaksesuaian sejumlah lukisan dengan tema yang telah disepakati, yakni kedaulatan pangan. Di tengah polemik ini, diharapkan ada dialog konstruktif antara seniman, kurator, dan pemerintah untuk mendukung perkembangan seni di Indonesia.

Related Post