Jakarta, KOMPAS.com – Penemuan dua benda yang diduga mortir di sebuah rumah kosong di Jalan Bunga Melati Nomor 27, RT 008/RW 002, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, menggegerkan warga sekitar. Laporan ini disampaikan oleh seorang asisten rumah tangga (ART), Mulyono Suprapto (45), kepada pihak kepolisian.
“Pelapor melaporkan dugaan penemuan dua buah benda yang mirip mortir,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).
BACA JUGA : libur natal antrean kendaraan sepeda motor padati loket taman margasatwa ragunan
Kronologi Penemuan Mortir
Menurut laporan, benda yang diduga mortir tersebut ditemukan oleh Mulyono di gudang rumah kosong milik mendiang majikannya pada Juli 2024. Namun, karena merasa ragu, Mulyono baru melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwenang beberapa bulan kemudian.
“Pelapor menemukan benda tersebut saat membersihkan gudang di rumah kosong tersebut. Namun, ia baru melaporkan temuannya setelah berkonsultasi dengan warga sekitar,” jelas Kombes Ade Ary.
Rumah kosong itu diketahui telah lama tidak dihuni sejak pemiliknya meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Setelah menerima laporan, tim dari Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Unit Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya juga dikerahkan untuk mengamankan benda tersebut dan memastikan apakah benda itu benar-benar mortir aktif atau hanya replika.
“Tim Gegana telah mengamankan lokasi dan memindahkan benda tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik,” tambah Ade Ary.
Sementara itu, polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk Mulyono dan beberapa warga sekitar, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait asal-usul benda tersebut.
Spekulasi Asal-Usul Mortir
Meski belum ada konfirmasi resmi, dugaan awal menyebut bahwa mortir tersebut mungkin merupakan peninggalan era penjajahan atau masa konflik bersenjata. Lokasi penemuan, yang berada di Jakarta Selatan, dikenal memiliki sejarah sebagai salah satu wilayah yang strategis pada masa penjajahan Belanda.
“Jika ini benar peninggalan sejarah, maka harus segera ditangani dengan hati-hati. Namun, jika benda ini aktif, ada potensi bahaya yang serius,” ujar Dr. Bambang Satrio, sejarawan dan ahli militer.
Reaksi Warga Sekitar
Penemuan ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Banyak yang khawatir jika benda tersebut aktif dan bisa membahayakan lingkungan.
“Saya takut kalau itu benar-benar mortir aktif. Apalagi rumah saya dekat sekali dengan lokasi,” kata Tini (38), salah satu warga yang tinggal di sekitar Jalan Bunga Melati.
Namun, beberapa warga lain merasa lega setelah mengetahui polisi langsung mengamankan lokasi. Mereka berharap penyelidikan dapat segera memberikan kepastian.
Imbauan dari Polisi
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan benda mencurigakan, terutama yang diduga sebagai bahan peledak.
“Jangan menyentuh atau mencoba memindahkan benda mencurigakan tersebut. Biarkan tim ahli yang menangani,” tegas Kombes Ade Ary.
Kesimpulan
Penemuan dua benda diduga mortir di rumah kosong kawasan Cipete Selatan menjadi perhatian besar bagi pihak berwenang dan masyarakat sekitar. Dengan keterlibatan Tim Gegana dan penyelidikan mendalam, diharapkan kepastian mengenai benda tersebut segera terungkap, sekaligus memastikan keamanan lingkungan sekitar.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang berpotensi membahayakan.
